Advertisement

Publikasi Sensus

Saat ini data sudah disajikan sampai level kecamatan.

 

Saat ini data ST2013 Subsektor sudah tersedia.


Yang Sedang Bertamu

Syndicate

Banyaknya Tamu Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini41
mod_vvisit_counterKemarin261
mod_vvisit_counterMinggu Ini641
mod_vvisit_counterBulan Ini4174
mod_vvisit_counter_______ Sejak 31aug2008 _______580454
Halaman Utama
Geografis 2007 PDF Print E-mail
User Rating: / 8
PoorBest 
Written by Agung Septianto W., SST.   
Monday, 17 September 2007

 

Bab ini menyajikan ciri utama daerah Provinsi Sulawesi Tenggara yang mencakup Letak Geografis, Batas Wilayah, Luas Wilayah, Kondisi Tanah, Keadaan Perairan (Laut dan Sungai) dan Keadaan Iklim.

1.1  Letak Geografis dan Batas Wilayah                

Provinsi Sulawesi Tenggara terletak di jazirah Tenggara Pulau Sulawesi. Secara geografis terletak di bagian Selatan Garis Khatulistiwa, memanjang dari Utara ke Selatan di antara 02°45'‑06°15' Lintang Selatan dan membentang dari Barat ke Timur di antara 120°45'‑124°30' Bujur Timur. Provinsi Sulawesi Tenggara di sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Tengah, sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi NTT di Laut Flores, sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi Maluku di Laut Banda dan sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Selatan di Teluk Bone. 

1.2  Luas Wilayah                

Provinsi Sulawesi Tenggara mencakup daratan (jazirah) Pulau Sulawesi dan kepulauan yang memiliki wilayah daratan seluas  38.140 km² atau 3.814.000 ha dan wilayah perairan (laut) diperkirakan seluas  110.000 km² atau 11.000.000 ha.                

Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 2006 terdiri atas delapan wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Buton, Muna, Konawe, Kolaka, Konawe Selatan, Wakatobi, Bombana, Kolaka Utara dan dua wilayah kota, yaitu Kota Kendari serta Kota Bau‑Bau. Persentase dan luas masing-masing wilayah tersebut bisa dilihat pada Gambar 1.1 dan Tabel 1.3.                

Selain jazirah Tenggara Pulau Sulawesi yang menjadi daratan terluas Provinsi Sulawesi Tenggara, di propinsi ini juga terdapat pulau‑pulau yang tersebar di masing-masing kabupaten.  

1.      Pulau‑pulau yang terdapat di Kabupaten Buton yaitu:        

  • ‑ Pulau Buton                                             
  • ‑ Pulau Kabaena         
  • ‑ Pulau Talaga Besar                                 
  • ‑ Pulau Talaga Kecil         
  • ‑ Pulau Sagori                                             
  • ‑ Pulau Domalawa         
  • ‑ Pulau Masaloka                                       
  • ‑ Pulau Tambake         
  •  ‑ Pulau Liwuto, Makasu                           
  • ‑ Pulau Kadatua  (Pulau Makassar)                                    
  • ‑ Pulau Siompu         
  • ‑ Pulau Batu Atas                                      
  • ‑ Pulau Wangi‑Wangi         
  • ‑ Pulau Kapota                                           
  • ‑ Pulau Simpora         
  • ‑ Pulau Kompona One                              
  • ‑ Pulau Kaledupa         
  • ‑ Pulau Lentea Kiwolu                              
  • ‑ Pulau Lentea Langge         
  • ‑ Pulau Hoga                                              
  • ‑ Pulau Tomia         
  • ‑ Pulau Lentea Tomia                                
  • ‑ Pulau Runduma         
  • ‑ Pulau Binongko                                       
  • ‑ Pulau Moromaho         
  • ‑ Pulau Kawi‑Kawi 

2.       Pulau‑pulau yang terdapat di Kabupaten Muna yaitu:

  • - Pulau Muna                                             
  • ‑ Pulau Tobea Besar- Pulau Tobea Kecil                                   
  • ‑ Pulai Wataitonga
  • - Pulau Koholifano                                    
  • ‑ Pulau Bakealu- Kepulauan Tiworo  (Pulau Maginti, Pulau Balu, Pulau Katala, Pulau Mandi, Pulau Bero, Pulau Rangku, Pulau Maloang, Pulau Gola, Pulau Kayuangin dan Pulau Tobuan) 

3.       Pulau‑pulau yang terdapat di Kabupaten Kendari yaitu:         

  • ‑ Pulau Wawonii                                        
  • ‑ Pulau Labengki         
  • ‑ Pulau Karama                                           
  • ‑ Pulau Bawulu         
  • ‑ Pulau Bokori                                            
  • ‑ Pulau Saponda Darat         
  • ‑ Pulau Saponda Laut                                               
  • ‑ Pulau Hari         
  • ‑ Pulau Campada 

4.       Pulau‑pulau yang terdapat di Kabupaten Kolaka yaitu:         

  • ‑ Pulau Padamarang                  
  • ‑ P. Lambasina Besar         
  • ‑ Pulau Lambasina Kecil                           
  • ‑ Pulau Maniang         
  • ‑ Pulau Buaya                                             
  • ‑ Pulau Lemo         
  • ‑ Pulau Pisang         

Seterusnya pembagian wilayah menurut kecamatan dapat dilihat pada Tabel 1.4 sampai dengan Tabel 1.10. 

1.3    Kondisi Tanah 

1.3.1  Topografi                         

Kondisi topografi tanah daerah Sulawesi Tenggara umumnya memiliki permukaan yang bergunung, bergelombang berbukit‑bukit. Diantara gunung dan bukit‑bukit, terbentang dataran-dataran yang merupakan daerah‑daerah potensial untuk pengembangan sektor pertanian. Pada Tabel 1.14 dan Gambar 1.2 disajikan data luas dan persentase keadaan permukaan tanah wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.                

Permukaan tanah pegunungan yang relatif rendah digunakan untuk usaha mencapai luas 1.868.860 ha. Tanah ini sebagian besar berada pada ketinggian 100‑500 meter di atas permukaan laut dan kemiringan tanahnya mencapai 40 derajat. 

1.3.2  Geologis                

Kondisi batuan wilayah Propinsi Sulawesi Tenggara ditinjau dari sudut geologis, seperti terlihat pada Tabel 1.14 dan Gambar 1.2, terdiri atas batuan sedimen, batuan metamorfosis dan batuan beku. Dari ketiga jenis batuan tersebut yang terluas adalah batuan sedimen seluas 2.878.450 ha (75,47 persen).                

Dari jenis tanah, Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki enam jenis tanah, yaitu tanah podzolik seluas 2.394.698 ha atau 62,79 persen dari luas tanah Sulawesi Tenggara, tanah mediteran seluas 839.078 ha (22,00 persen), tanah latosol seluas 330.182 ha (8,66 persen), tanah organosol seluas 111.923 ha (2,93 persen), jenis tanah alluvial seluas 117.830 ha (3,09 persen) dan tanah grumosol seluas 20.289 ha (0,53 persen). 

1.4    Perairan (Sungai dan Laut) 

1.4.1  Hidrologi                

Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki beberapa sungai yang tersebar di empat kabupaten. Sungai‑sungai tersebut pada umumnya memiliki potensi yang dapat dijadikan sebagai sumber energi, untuk kebutuhan industri dan rumahtangga dan juga untuk irigasi.                 

Sungai besar seperti Sungai Konaweha yang terletak di Kabupaten Kendari memiliki debit air ± 200 m3/detik, dan berdiri sebuah bendungan Wawotobi yang mampu mengairi persawahan di daerah Kabupaten Kendari seluas 18.000 ha. Selain itu masih banyak sungai‑sungai di daerah Provinsi Sulawesi Tenggara yang tekanan airnya berpotensi untuk pembangunan dan pengembangan irigasi seperti: Sungai Lasolo di Kabupaten Konawe, Sungai Roraya dan Sungai Sampolawa di Kabupaten Bombana (Kecamatan Rumbia, Poleang dan Sampolawa), Sungai Wandasa dan Sungai Kabangka Balano di Kabupaten Muna, serta Sungai Laeya di Kabupaten Kolaka.   

1.4.2  Oceanografi                

Provinsi Sulawesi Tenggara dari sudut oceanografi memiliki perairan (laut) yang sangat luas. Luas perairan Propinsi Sulawesi Tenggara diperkirakan mencapai  110.000 km² atau 11.000.000 ha.

Perairan tersebut sangat potensial untuk pengembangan usaha perikanan dan pengembangan Wisata Bahari, karena disamping memiliki bermacam‑macam hasil ikan, juga memiliki panorama laut yang sangat indah.                

Beberapa jenis ikan hasil perairan laut Sulawesi Tenggara yang banyak ditangkap oleh nelayan di daerah ini adalah: Cakalang, Teri, Layang, Kembung, Udang dan masih banyak lagi jenis ikan yang lain. Di samping ikan, juga terdapat hasil laut lainnya seperti: Teripang, Agar‑agar, Japing‑Japing, Lola, Mutiara dan sebagainya.                 

Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh ahli kelautan Indonesia dan luar negeri menunjukkan bahwa Buton Timur (Kepulauan Tukang Besi) memiliki potensi perairan untuk wisata bahari yang sangat indah bila dibandingkan dengan daerah‑daerah wisata bahari lainnya di Indonesia. 

1.5    Keadaan Iklim 

1.5.1   Musim      

Keadaan musim di daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, umumnya sama seperti daerah‑daerah lain di Indonesia yang mempunyai dua musim, yakni musim Hujan dan musim Kemarau. Musim Hujan terjadi antara Bulan November dan Maret, dimana angin Barat yang bertiup dari Asia dan Samudera Pasifik banyak mengandung uap air. Musim Kemarau terjadi antara Bulan Mei dan Oktober, dimana angin Timur yang bertiup dari Australia sifatnya kering dan kurang mengandung uap air.                

Khusus pada bulan April, di daerah Provinsi Sulawesi Tenggara arah angin tidak menentu, demikian pula curah hujan, sehingga pada bulan ini dikenal sebagai bulan/musim Pancaroba. 

1.5.2  Curah Hujan                

Curah hujan di wilayah ini umumnya tidak merata, hal ini menimbulkan adanya wilayah daerah basah dan wilayah daerah semi kering. Wilayah daerah basah mempunyai curah hujan lebih dari 2.000 mm pertahun, daerah ini meliputi wilayah sebelah Utara garis Kendari‑Kolaka dan bagian Utara Pulau Buton dan Pulau Wawonii. Sedangkan wilayah daerah semi kering mempunyai curah hujan kurang dari 2.000 mm pertahun, daerah ini meliputi wilayah sebelah Selatan garis Kendari‑Kolaka dan wilayah kepulauan di sebelah Selatan dan Tenggara jazirah Sulawesi Tenggara.                 

Pada Tabel 1.16 sampai dengan Tabel 1.19 disajikan data banyaknya hari hujan dan curah hujan dari beberapa stasiun penakar di Kabupaten Buton, Muna, Kendari dan Kolaka. 

1.5.3  Suhu Udara                

Tinggi rendahnya suhu udara pada suatu tempat antara lain  dipengaruhi oleh posisi dan ketinggian tempat tersebut dari permukaan laut, makin tinggi posisi suatu tempat dari permukaan laut akan semakin rendah suhu udara dan sebaliknya. Karena wilayah daratan Sulawesi Tenggara mempunyai ketinggian umumnya di bawah 1.000 meter dari permukaan laut dan berada di sekitar daerah Khatulistiwa, maka propinsi ini beriklim tropis. Suhu udara minimum dan maksimum di Kendari selama tahun 2006 disajikan pada Tabel 1.20 dan Tabel 1.21. Sedangkan data kelembaban udara, kecepatan angin dan tekanan udara di Kendari selama tahun 2006 disajikan pada Tabel 1.22 sampai dengan Tabel 1.24. Dari tabel‑tabel tersebut terlihat rata‑rata kecepatan angin di Kendari selama tahun 2006 mencapai empat m/detik, dan tekanan udara mencapai 1.009,6 millibar.

 

Tabel-tabel pada BAB I meliputi:

1.1                 Letak Geografis Sulawesi Tenggara menurut Daerah/ Geographical Location of Sulawesi Tenggara by Region

1.2                 Batas Wilayah Sulawesi Tenggara menurut Daerah/ Boundary of Sulawesi Tenggara by Region

1.3                 Luas Wilayah Sulawesi Tenggara menurut Kabupaten/ Kota/Area of Sulawesi Tenggara by Regency/City

1.4                 Luas Wilayah Kabupaten Buton menurut Kecamatan/ Area of Buton Regency by Districts

1.5                 Luas Wilayah Kabupaten Muna menurut Kecamatan/ Area of Muna Regency by Districts

1.6                 Luas Wilayah Kabupaten Konawe menurut Kecamatan/ Area of Konawe Regency by Districts

1.7                 Luas Wilayah Kabupaten Kolaka menurut Kecamatan/ Area of Kolaka Regency by Districts

1.8                 Luas Wilayah Kabupaten Konawe Selatan menurut Kecamatan/Area of Konawe Selatan Regency by Districts

1.9                 Luas Wilayah Kota Kendari menurut Kecamatan/Area of Kendari City by Districts  

1.10              Luas Wilayah Kota Bau-Bau menurut Kecamatan/Area of Bau-Bau City by Districts

1.11              Luas Wilayah Kabupaten Wakatobi menurut Kecamatan/Area of Wakatobi Regency by Districts

1.12              Luas Wilayah Kabupaten Bombana menurut Kecamatan/Area of Bombana Regency by Districts

1.13              Luas Wilayah Kabupaten Kolaka menurut Kecamatan/ Area of Kolaka Regency by Districts

1.14              Luas Wilayah Sulawesi Tenggara menurut Kondisi Tanah/Area of Sulawesi Tenggara by Soil Condition

1.15              Luas Wilayah Sulawesi Tenggara menurut Jenis Tanah /Area of Sulawesi Tenggara by Soil Type

1.16              Hari Hujan dan Curah Hujan di Bau-Bau (Buton), 2006/ Rainy days and Rainfall in Bau-Bau (Buton)

1.17              Hari Hujan dan Curah Hujan di Raha (Muna), 2006/ Rain days and Rainfall in Muna (Raha)

1.18              Hari Hujan dan Curah Hujan di Kendari, 2006/ Rainy days and Rainfall in Kendari) 

1.19              Hari Hujan dan Curah Hujan di Pomalaa (Kolaka), 2006/Rainy days and Rainfall in Pomalaa (Kolaka

1.20              Suhu Udara Maksimum di Kendari 2002-2006/ Maximum of Temperature in Kendari

1.21              Suhu Udara Minimum di Kendari 2002-2006/Minimum of Temperature in Kendari

1.22              Kelembaban Udara Rata-rata di Kendari 2002-2006/ Average Relative Humidity in Kendari

1.23              Kecepatan Angin Rata-rata di Kendari 2002-2006/ Average wind Velocity in Kendari

1.24              Tekanan Udara Rata-rata di Kendari 2002-2006/ Average Atmospheric Pressure in Kendari

 

Selengkapnya >>>>>

Last Updated ( Monday, 22 October 2012 )
 
Next >
© 2014 BPS Provinsi Sulawesi Tenggara
Jl. Boulevard No. 1 Kendari Sulawesi Tenggara; Telp:0401-3135363; Fax:0401-3122355; e-Mail: bps7400@bps.go.id