Advertisement

Publikasi Sensus

Saat ini data sudah disajikan sampai level kecamatan.

 

Saat ini data ST2013 Subsektor sudah tersedia.


Yang Sedang Bertamu

We have 3 guests online

Syndicate

Banyaknya Tamu Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini245
mod_vvisit_counterKemarin306
mod_vvisit_counterMinggu Ini1260
mod_vvisit_counterBulan Ini551
mod_vvisit_counter_______ Sejak 31aug2008 _______584772

Halaman Utama
Ketenagakerjaan Prov. Sultra 2007 PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Agung Septianto W., SST.   
Monday, 14 May 2007

brs 

 

 

??Jumlah angkatan kerja pada Pebruari 2007 mencapai 991.849 orang, bertambah sekitar 67.086 orang dibandingkan jumlah angkatan kerja pada Agustus 2006 sebesar 924.763 orang,. Dan bertambah sekitar 92.987 orang bila dibandingkan jumlah angkatan kerja  pada Pebruari 2006 yakni sebesar 898.862 orang.

??Jumlah penduduk yang bekerja pada Pebruari 2007 sebesar 923.160 orang, bertambah sekitar 87.838 orang jika dibandingkan dengan keadaan Agustus  2006. dan bertambah sekitar 90.992 orang jika didandingkan dengan keadaan Pebruari 2006.

??Situasi ketenagakerjaan pada bulan Pebruari 2007 diwarnai oleh musim hujan, dimana kegiatan di sektor pertanian sangat menunjang. Jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian bertambah 53.943 orang dari 502.473 orang pada Agustus 2006 menjadi 556.416 orang pada Pebruari 2007.

??Di lain pihak pada periode Agustus 2006 – Pebruari 2007, ada penambahan penduduk yang bekerja di sejumlah sektor lain, antara lain: Sektor  Perdagangan bertambah 10.111 orang, Jasa Kemasyarakatan 9.201, Bangunan bertambah 8.161 orang, Pertambangan 7.366 orang  dan Angkutan dan Pergudangan 2.111 orang.

??Bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian menyebabkan angka pengangguran dapat menurun secara signifikan. Jumlah    pengangguran terbuka pada Pebruari 2007 mencapai 68.689 orang (6,9 persen dari jumlah angkatan kerja) berkurang sebesar 20.752 orang dibandingkan dengan pengangguran terbuka pada Agustus  2006 sebesar 89.441 orang (9,7 persen).

1.   ANGKATAN KERJA, PENDUDUK YANG BEKERJA DAN  ANGKA PENGANGGURAN.

 

 

Secara keseluruhan struktur ketenagakerjaan Di Sulawesi Tenggara pada bulan Pebruari 2007 memperlihatkan  perubahan yang berarti. Pada bulan Pebruari 2007, jumlah angkatan kerja mencapai 991.849 orang naik sebanyak 67.086 orang dibanding keadaan Agustus 2006.

Sementara jumlah penduduk yang bekerja bertambah sebanyak 87.838 orang sehingga jumlah pengangguran terbuka berkurang 20.752 orang. Ini berarti selama periode 6 bulan, angka pengangguran terbuka menunjukkan penurunan yang signifikan, yaitu dari 9,7 persen menjadi 6,9 persen.

Apabila dibandingkan dengan keadaan 12 bulan yang lalu yaitu pada keadaan bulan Pebruari 2006, perubahan struktur angkatan kerja terlihat bahwa,  jumlah penduduk yang bekerja meningkat dari 832.168 orang pada Pebruari 2006 menjadi 923.160 orang pada Pebruari 2007 atau suatu peningkatan sebesar 90.992 orang (10.93 peresen). Selama periode 12 bulan terjadi penurunan tingkat pengangguran sebesar 0,5 % penurunan ini belum signifikan sebab pada periode ini terjadi penurunan penduduk bukan angkatan kerja sebanyak 69.817 orang dan penambahan usia 15 tahun ke atas sebesar 23.170 orang yang menyebabkan penduduk angkatan kerja bertambah sebesar 92.987 orang sementara yang bekerja hanya naik sebesar 90.992 orang.

 Penduduk Usia 15 Tahun ke atas Menurut Jenis Kegiatan

 

Pada periode satu tahun terakhir terlihat adanya penciptaan lapangan kerja, yang menyebabkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) terus naik dari 65,2 persen pada Pebruari 2006 menjadi 70,8 persen pada Pebruari 2007 (lihat Tabel 1).

 

 

 

2. LAPANGAN PEKERJAAN UTAMA

 

 

Tabel 2 memperlihatkan struktur penduduk yang bekerja menurut lapangan pekerjaan utama. Selama periode Pebruari 2005 – Pebruari 2007, jumlah penduduk yang bekerja mengalami peningkatan hampir di semua sektor kecuali sektor Industri.

Jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian merupakan yang paling dominan dalam penyerapan tenaga kerja. Pada Pebruari 2007 penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian sebesar 556.416 orang (60,27 persen), naik sebesar 53.943 orang (10,7 persen) dibanding keadaan Agustus 2006.

Di lain pihak, terjadi penambahan penduduk yang bekerja di sejumlah sektor, antara lain Sektor perdagangan bertambah 10.111 orang, jasa bertambah 9.201 orang, bangunan bertambah 8.161 orang, angkutan bertambah 2.111 orang dan lain-lain 5.628 orang. Secara keseluruhan perubahan jumlah penduduk yang bekerja di masing-masing sektor (lapangan pekerjaan utama) dapat dilihat pada Tabel 2.

Secara nyata, penambahan penyerapan tenaga kerja di semua sektor pada periode 6 bulan terakhir mencapai 87.838 orang.

Penduduk Menurut Lapangan Pekerjaan Utama

3. PERGESERAN STATUS PEKERJAAN 

Dari tujuh pembedaan status pekerjaan yang terekam pada Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), dapat diidentifikasi 2 kelompok utama terkait kegiatan ekonomi formal dan informal. Kegiatan formal terdiri dari mereka yang berstatus berusaha dibantu buruh tetap dan buruh/karyawan. Sementara kelompok kegiatan informal umumnya adalah mereka yang berstatus di luar itu.

Berdasarkan Tabel 3 tampak bahwa pekerja yang berstatus ‘Pekerja tak dibayar’ memiliki jumlah tertinggi dibandingkan dengan status pekerjaan yang lain dan meningkat cukup besar (62.583 orang) selama periode Agustus 2006 sampai dengan Pebruari 2007. Demikian juga halnya dengan status berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar meningkat sekitar 28.533 orang pada periode yang sama. Hal ini menunjukkan kecenderungan terjadinya peningkatan jumlah pekerja non formal.

Sementara pada pekerja formal, yakni buruh/karyawan juga menunjukkan adanya kenaikan walaupun tidak begitu besar yakni 5.846 orang selama Agustus 2006–Pebruari 2007.

Penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan

4. PENDUDUK YANG BEKERJA DAN PENGANGGURAN MENURUT WILAYAH              Tabel 4 menyajikan jumlah angkatan kerja, penduduk yang bekerja dan pengangguran menurut wilayah perkotaan dan pedesaan. Tabel ini menunjukkan bahwa  Persentase tingkat pengangguran terbuka (TPT) lebih tinggi diwilayah perkotaan dari pada di pedesaan.

Penduduk yang Bekerja dan Persentase Pengangguran

 

5. PENDUDUK YANG BEKERJA MENURUT WILAYAH   Tabel 5 menyajikan  penduduk yang bekerja menurut status dan wilayah perkotaan dan pedesaan. Pada tabel ini memperlihatkan bahwa pada wilayah perkotaan lebih dominan yang bekerja dengan berusaha sendiri serta buruh/karyawan sementara pada wilayah pedesaan lebih dominan pada pekerja tidak dibayar dan berusaha di bantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar.

 Wilayah Perkotaan dan Pedesaan

 

 

 

Last Updated ( Wednesday, 23 February 2011 )
 
< Prev
© 2014 BPS Provinsi Sulawesi Tenggara
Jl. Boulevard No. 1 Kendari Sulawesi Tenggara; Telp:0401-3135363; Fax:0401-3122355; e-Mail: bps7400@bps.go.id