|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 05 January 2010 |
|
BAB I KEADAAN GEOGRAFI Bab ini menyajikan ciri utama Daerah Kabupaten Bombana yang mencakup letak geografis, batas daerah serta keadaan iklim. 1.1. Letak Geografis dan Batas Daerah Kabupaten Bombana merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Tenggara yang terletak di kepulauan Jazirah Tenggara pulau Sulawesi. Apabila ditinjau dari peta Propinsi Sulawesi enggara, secara geografis terletak dibagian selatan garis khatulistiwa, memanjang dari utara ke selatan diantara 4°22’ 59,4” – 5° 28’ 26,7” Lintang Selatan (sepanjang ± 180 km) dan membentang dari Barat ke Timur diantara 121° 27’ 46,7” - 122° 09’ 9,4” BT (sepanjang ± 154 km). Wilayah Kabupaten Bombana disebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Kolaka dan Konawe Selatan, di sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Flores, di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Muna dan Kabupaten Buton, serta sebelah Barat berbatasan dengan Teluk Bone. untuk selengkapnya bisa didownload disini .........
|
|
Last Updated ( Thursday, 04 February 2010 )
|
|
|
BAB XII PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO |
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 06 January 2010 |
|
BAB XII PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 12.1. PDRB Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB ) merupakan salah satu cermin perkembangan ekonomi suatu daerah, yang didefinisikan sebagai keseluruhan nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun. PDRB Kabupaten Bombana berdasarkan harga berlaku pada tahun 2008 sebesar Rp 878.380.980.000,-, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp. 690.514.220.000,-. 12.2. Distribusi PDRB. Struktur ekonomi Kabupaten Bombana, seperti tercantum pada tabel 12.2. menunjukan bahwa sektor Pertanian masih menjadi primadona terhadap PDRB atas dasar harga berlaku yaitu sebesar 55,91 persen, diikuti sektor jasa-jasa serta perdagangan, hotel dan Restoran, masing-masing sebesar 12,28 persen dan 12,27 persen. Kemudian berturut-turut disusul sektor konstruksi/bangunan 8,24 persen, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan 4,11 persen, sektor pertambangan dan penggalian 4,10 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi 1,51 persen, sektor industri pengolahan 1,30 persen dan yang peranannya terkecil adalah sektor Listrik, Gas dan Air Bersih yang hanya sebesar 0,28 persen. untuk selengkapnya bisa didownload disini................
|
|
Last Updated ( Wednesday, 06 January 2010 )
|
|
|